Categories
Parenting

Siap Cerdaskan Si Kecil Sejak Dini

Untuk menghasilkan anak yang berkualitas, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil sepanjang orangtua peduli terhadap perkembangan sejak janin sampai 1.000 hari berikutnya. “Sejak janin tumbuh dalam rahim ibu sampai 1.000 hari berikutnya atau sampai usia dua tahun sangatlah menentukan kualitas masa depan anak-anak tersebut,” kata dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), dalam seminar dan workshop tumbuh kembang anak bertema “Siap Cerdaskan Si Kecil Sejak Dini” di Surabaya beberapa waktu lalu yang di selenggarakan Morinaga.

Ada dua hal penting yang harus dilakukan orangtua untuk menghasilkan anak yang berkualitas dan multitalenta. Pertama, selain memberikan asupan bernutrisi cukup juga harus ditunjang stimulus secara terus menerus. Pembicara lain, psikolog Dr. Rose Mini, MPsi., memberikan tip bahwa IQ saja tidak cukup menjadikan anak berhasil, sebab IQ hanya menyumbangkan 20% keberhasilan individu.

“Yang 80% adalah emotional intelligence (EI), yaitu kecerdasan yang melibatkan kemampuan perasaan yang digunakan untuk mengarahkan pikiran dan tindakan,” kata Bunda Romi. Helly Oktaviana, Bussines Unit Head Nutrition for Infant & Baby, Kalbe Nutritionals, menjelaskan kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian acara untuk 14 kota lainnya di seluruh Indonesia. “Tujuan Morinaga adalah berupaya memberikan dukungan agar anak tumbuh sehat,” kata Helly.

Anak yang cerdas merupakan anugerah untuk itulah untuk memaksimalkan kecerdasaannya perlu diberikan pelatihan tambahan seperti pelatihan berbahasa asing. tempat terbaik les berbahasa Perancis di Jakarta adalah pilihan yang tepat untuk anak yang cerdas sejak dini. Sehingga mereka memiliki bekal bahasa asing sejak dini dan akan sangat berguna di masa depan mendatang.

Siapa Bilang Es Krim Bikin Flu?

Banyak yang menganggap, makan es krim dapat memicu terjadinya flu dan batuk. Sebenarnya, yang menyebabkan flu dan batuk adalah infeksi Yirus dan bakteri, tidak ada kaitannya dengan es krim. G.J. Connett dan B. W. Lee memublikasikan risetnya yang terkait dengan flu dan batuk di British Medical Journal. Mereka mengatakan, bila daya tahan tubuh anak menurun, maka mudah baginya untuk terjangkit infeksi saluran pernapasan atas, seperti: hidung tersumbat, pilek, dan radang tenggorokan. Namun, jika anak mengonsumsi es krim saat kondisi tubuhnya baik, tentu ia tak akan terserang flu dan batuk. Sebaliknya, jika daya tahan tubuhnya sedang rendah, akan mudah baginya terserang flu dan batuk. Bahkan, tanpa makan es krim pun, kalau daya tahan tubuh sedang rendah, bisa saja anak terserang penyakit, terutama pada anak yang alergi atau tidak tahan terhadap hawa dingin.